Review Drama My Only One Eps. 87-98

Review Drama My Only One Eps. 87-98

Mohon maaf saya tidak membuat review untuk masing-masing episodenya. Terutama sebelum episode 85. Karena saya membuat review drama Korea My Only One ini mulai episode 85-86. Bisa kalian baca di sini.

Seperti yang sudah saya prediksi, menjelang akhir serial ini (rencananya tamat di episode 100), akan banyak peristiwa menarik yang terjadi, dan banyak kejadian yang menguras emosi. Episode 87-98 berisi kejadian dan adegan yang membuat cerita ini semakin jelas. Jang Da-ya dan Jang Go-rae sudah tahu siapa yang menjadi pembunuh ayahnya demikian pula dengan ibu mereka. Orang itu adalah Kang So-ill/Kim Young-hoon yang adalah ayah Kim Do-ran.

Yang paling menjadi kecewa adalah Na Hong-joo, bibi dari Go-rae dan Da-ya. Ia menikah dengan pembunuh kakak iparnya. Bisa dibayangkan bagaimana perasaannya. Ia menjadi patah hati dan merasa hancur. Padahal pernikahan sudah terjadi, hanya belum didaftarkan.

Perceraian Kim Do-ran dan Wang Dae-ryook

Kenyataan ini juga membuat Do-ran mengambil keputusan untuk bercerai, walau dalam hati, ia masih mencintai suaminya. Namun, ia tahu belaka bahwa, ia sama saja akan menghancurkan keluarga itu kalau terus menjadi isteri Wang Dae-ryook.

Setelah melewati perdebatan panjang dan menguras emosi, akhirnya Dae-ryook setuju untuk bercerai. Ibunya yang paling gencar menyuruhnya untuk bercerai. Akting ibu mertua Do-ran ini berhasil membuat saya gemas. πŸ˜€

Perceraian ini menghancurkan hati Wang Dae-ryook. Kerjaannya setelah itu hanya kerja dan mabuk-mabukan. Hingga mempertemukannya lagi dengan So Young-bae. Gadis yang dulu diincarnya sebelum mengenal Do-ran. Pertemuan ini tidak berarti apa-apa bagi Dae-ryook, namun tidak demikian dengan Young-bae. Ia yang saat ini juga men-janda, menjadi tertarik lagi dengan Dae-ryook. Beberapa kejadian membuat Young-bae bisa bertemu dengan ibu Dae-ryook. Yang kemudian bersikeras untuk menjodohkan mereka berdua.

Demensi Park Geum-byung/Nyonya Park semakin parah

Seperti kita tahu, Nyonya Park, nenek Wang Dae-ryook menderita demensia. Di mana saat penyakit kambuh, ia akan mencari Myong-hee adiknya. Saat demensia, Nyonya Park melihat Kim Do-ran adalah Myong-hee, adiknya. Ia juga melihat Na Hong-joo sebagai Chul-sim, sahabatnya. Waktu kambuh penyakit ini tidak tentu. Bisa tiba-tiba saja terjadi. Ia mulai berlagak sebagai gadis muda yang mencari adiknya, Myong-hee. Menganggap anaknya Wang Jin-gook (ayah Dae-ryook), sebagai ayahnya. Menganggap Oh Eun-young menantunya sebagai ibu tirinya yang ia anggap adalah “penyihir wanita jahat”. Menganggap Jang Da-ya, adik ipar Dae-ryook sebagai anak penyihir. Dan bila mereka berdua ada di dekatnya, Nyonya Park akan mengamuk mereka berdua.

Hanya Myong-hee yang bisa membuatnya tenang.

Ini menjadi sulit, karena Myong-hee/Do-ran sudah bercerai dengan Dae-ryook. Keluarga ini tidak bisa seenaknya saja mengundang mantan menantu ini untuk datang ke rumah mereka. Hanya orang tak tahu malu yang akan melakukannya. Keadaan ini membuat Jin-gook memutuskan untuk membawa ibunya ke sanatorium. Nyonya Park sendiri saat ia tidak kambuh sudah menyarankan ini. Ia tidak akan menyalahkan Jin-gook bila dibawa ke sanatorium.

Sanatorium tidak menyelesaikan masalah. Nyonya Park masih terus-terusan mencari Myong-hee saat demensia-nya kambuh. Karuan saja, Jin-gook menjadi bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Sampai ia juga mengatakan bahwa Myong-hee sudah mati. Untuk membuktikan itu, ia membawa Nyonya Park ke kuburannya. Ini berhasil menghentikan usaha Nyonya Park mencari Myong-hee. Tapi, jika biasanya demensia ini hanya berlangsung beberapa jam saja, kali ini, Nyonya Park terus-terusan berada dalam keadaan demensia. Memang ia berhenti mencari Myong-hee. Tapi ia juga berhenti melakukan hal lainnya. Terutama makan dan minum. Ia ingin mati dan bertemu Myong-hee. Pusing ‘kan?

Akhirnya, dengan menahan rasa malu, Wang Jin-gook menemui Kim Do-ran, dan memintanya menemui Nyonya Park sebagai Myong-hee. Nyonya Park benar-benar berhenti makan dan minum. Sampai 2 kali ia kolaps. Demi mendengar keadaan Nyonya Park yang seperti ini, Do-ran menjadi tidak tega sekaligus khawatir. Akhirnya, ia pergi ke sanatorium. Menemui Nyonya Park. Saat bertemu Do-ran, Nyonya Park menjadi tenang dan mau makan. Berangsur demensianya hilang dan menjadi normal lagi. Akhirnya, Jin-gook memutuskan untuk meminta Do-ran merawat Nyonya Park saat demensia-nya kambuh. Keputusan yang ditentang oleh seluruh keluarganya. Tapi inilah yang kemudian terjadi.

Jang Go-rae Terkena penyakit Liver

Ini bahkan tidak disadari oleh Go-rae. Ia menderita liver tahap akhir. Ia membutuhkan cangkok liver bila ingin bertahan hidup. Kalau tidak menemukan donor liver yang tepat, ia akan mati. Diagnosa dokter mengatakan bahwa ia akan bertahan paling lama 6 bulan, dan paling cepat 3 bulan, kalau tidak ada donor liver.

Mengetahui ini, Go-rae merasa hancur. Akting Park Sung-hoon bagus di sini. Ia menangis dengan natural. Tidak seperti Joo Ji-hoon yang kelihatan sulit menangis di The Item. Menurut saya lho!

Tidak ada satu-pun dari keluarganya yang cocok menjadi donor liver. Dan … benar tebakan kalian. Kang So-ill aka Kim Young-hoon yang cocok menjadi donornya!

Ibu Go-rae akhirnya mau menemui Pak Kang untuk memintanya menjadi donor liver. Sebelumnya, Na Hong-shil, ibu Go-rae, menolak keras niat baik Pak Kang mendonorkan liver-nya. Bahkan Go-rae juga menolak, karena akhirnya ia tahu siapa pendonornya. Tetapi pada akhirnya, semua menerima. Untuk memperlancar proses ini, Pak Kang harus menjadi keluarga mereka. Oleh karenanya, Na Hong-shil meminta Hong-joo mendaftarkan pernikahannya dengan Pak Kang.

Operasi-pun dilakukan.

Kelihatannya semua berjalan lancar. Operasi Pak Kang bahkan selesai lebih dahulu. Baru kemudian operasi Go-rae. Tapi, Pak Kang tidak kunjung sadar setelah operasi. Ini membuat Do-ran tentu saja panik luar biasa. Bagaimana selanjutnya? Belum tahu… karena ini adegan terakhir episode 98. Beberapa hari lagi akan kita ketahui. Trust me! πŸ˜€

Kang So-ill/Kim Young-hoon Bukan Pembunuh sebenarnya.

Saya kira, dari awal drama ini, kita semua sudah bisa menebak ini, ‘kan? Namun, kita tidak tahu siapa pembunuh sebenarnya.

Mulai episode 86, sebenarnya sudah mulai kelihatan, siapa pembunuh sebenarnya. Pasti si rentenir itu. Yang perlu diketahui adalah alasan membunuh itu apa? Kenapa? Ini yang masih belum jelas. Terlebih, kemunculan karakter Tae-pung juga menjadi tanda tanya. Peran-nya kecil sekali. Apa memang hanya itu? Menjadi karyawan toko roti Kim Young-hoon? Sekilas diperlihatkan juga kalau sebenarnya Tae-pung ini anak keluarga kaya. Kemunculan di akhir-akhir episode menjadi tanya besar bagi saya. Apakah drama ini akan menjadi panjang? Atau memang karakter Tae-pung hanya menjadi pupuk bawang di sini?

You Might Also Like :

1

No Responses

Tinggalkan Balasan