Tersambar Petir, 323 Rusa Mati Sekaligus

Peristiwa mengenaskan ini terjadi di taman nasional di Norwegia. Akibat tersambar petir, 323 rusa mati sekaligus. Ini adalah kasus kesekian kalinya yang terjadi, dan paling banyak selama ini.

Perlu diketahui, bukan kali ini saja hewan-hewan menjadi korban cuaca buruk. Di tahun 2005, sebanyak 68 sapi mati di Australia, hanya dalam sekali sambaran petir.

Hari Minggu 28 Agustus 2016 lalu, Badan Lingkungan Hidup Norwegia merilis beberapa gambar yang memperlihatkan dampak dari peristiwa itu. Foto-foto tersebut mengabadikan bagaimana 323 bangkai rusa tersebar di area yang sempit dan terisolasi di Taman Nasional Hardangervidda. Tempat yang ada di dataran tinggi tersebut menjadi rumah bagi kawanan terbesar rusa liar di Eropa. Salah satu pengawas taman nasional menemukan bangkai-bangkai rusa tersebut setelah badai melanda.

Hewan-hewan liar memang sering menjadi korban sambaran petir, namun pihak badan lingkungan hidup tak pernah menemukan kasus kematian sebanyak ini, hanya dalam sekali sambaran petir.
Tersambar Petir, 323 Rusa Mati Sekaligus

Tersambar Petir, 323 Rusa Mati Sekaligus

Juru bicara Badan Lingkungan Hidup Norwegia, Kjartan Knutsen kepada CNN, seperti dikutip pada Selasa (30/8/2016) mengatakan, bahwa belum pernah ditemukan kematian sebanyak ini. Kemungkinan, rusa-rusa tersebut berkumpul dan merapatkan diri akibat cuaca buruk Jumat lalu, ketika badai terjadi. Itu mungkin menjelaskan mengapa petir bisa membunuh sedemikian banyak rusa.

Kematian massal itu baru diketahui beberapa hari setelah peristiwa. Sebab, manusia jarang menginjakkan kaki di wilayah terpencil itu. Rusa-rusa yang mati ditemukan salah satu inspektur atau pengawas yang menuju wilayah tersebut di tengah musim berburu rusa liar yang dijadwalkan tiap tahun.
Tersambar Petir, 323 Rusa Mati Sekaligus di norwegia

Knutsen mengatakan, ketika ditemukan, masih ada lima rusa yang hidup. Namun mereka harus disuntik mati (euthanasia) untuk mengakhiri penderitaannya. Saat ini, pihak berwenang mulai mengambil sampel dari bangkai-bangkai rusa, sebagai bagian dari survei kesehatan hewan.

“Kita sudah tahu bahwa mereka mati akibat sambaran petir, namun, penelitian tetap dilakukan demi sains,” kata Knutsen.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *