Refleksi Hari Pahlawan Menko Polhukam

Refleksi Hari Pahlawan Menko Polhukam – Hari Pahlawan memang diperingati tanggal 10 November lalu. pertempuran Surabaya yang menjadi cikal sejarah peringatan ini. Tepat hari itu, saya melihat banyak sekali status teman-teman dan orang lain yang menjadi teman saya di media sosial Facebook, bertemakan semangat kepahlawanan. Saya sendiri merasa berat untuk membuat status seperti itu, bagi saya, pahlawan adalah seorang pahlawan. Berhati mulia dan berjiwa besar.

Ada sebuah status menarik yang ditulis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan kemanan yaitu Luhut Binsar Panjaitan. Pak Luhut Binsar Panjaitan adalah seorang perwira militer dan menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai prajurit Komando pasukan Khusus (Kopassus). Beliau telah melalui berbagai medan pertempuran. Pak Luhut pun melihat beberapa rekannya gugur karena tembakan peluru musuh.

Disaat bangsa ini memperingati hari Pahlawan, pak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu mengaku terkenang sebuah peristiwa saat di mana Indonesia melancarkan invasi militer terbesar dalam sejarah ke Timor Portugis. Sebagai seorang perwira, beliau ikut terjun bersama ribuan prajurit lainnya dan merasakan pertempuran dari kota hingga ke pedalaman. Kenangan itu masih tersimpan jelas dalam ingatannya, dan Luhut membagikannya dalam Fanspage miliknya.

Refleksi Hari Pahlawan Menko Polhukam
img from Facebook

Berikut kisahnya :

Di hari Pahlawan ini, saya teringat kejadian di tanggal 7 Desember 1975. Waktu itu saya bersama dengan anak buah saya diterjunkan di Timor-Timur. Kami adalah prajurit-prajurit Detasemen Tempur Kopassandha (sekarang Kopassus). Hari itu kami terbang dari Madiun menuju Timor-Timur. Sekitar pukul 05.45 WITA, tiga menit sebelum matahari terbit, kami terjun dari pesawat C-130B di ketinggian antara 900 kaki hingga 1.250 kaki.

Hari itu, 8 anak buah saya gugur hanya dalam 2 jam pertempuran. Mereka pergi tanpa sempat pamit kepada saya. Padahal, semalam sebelumnya mereka masih berbincang dengan saya. Kami masih duduk bersama, dan saya memberikan briefing di bak pasir. Malam itu mereka tidak pernah tahu bahwa mereka akan gugur di keesokan harinya. Malam itu saya berpikir bahwa besok kita akan terjun, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Dalam benak saya sebagai seorang perwira muda waktu itu, saya kira saya kebal dari peluru, karena baret merah (julukan untuk anggota Kopassus) pasti hebat.

Komandan saya pun gugur. Beliau adalah Komandan Detasemen Mayor (anumerta) Atang Sutrisna. Padahal, semalam sebelum terjun ke Timor-Timur Beliau masih panggil saya dan bertanya “Luhut gimana ini, ini, ini…” Beliau masih bertanya tentang payungnya ke saya. Besoknya dia sudah pergi, meninggalkan anak istrinya. Saya juga tidak tahu di mana sekarang anak dan istri dari anak-anak buah saya yang telah gugur.

Itulah pengorbanan-pengorbanan mereka untuk bangsa dan negara ini. Mereka tidak pernah tanya untuk apa ini. Saya dan Anda bisa menjadi seperti ini sekarang, menikmati ini semua, itu karena pengorbanan pahlawan-pahlawan kita. Maka dari itu, saya dan Anda harus ingat apa yang telah dikorbankan oleh mereka.

Saat itu kita tidak pernah bertanya kau dari mana, suku apa kamu, agama apa kamu. Yang selalu saya tanyakan kepada mereka adalah “kau siap atau tidak?”. Pertanyaan ini juga terus mewarnai perjalanan hidup saya. Saya tidak pernah bertanya kau dari mana, sukumu apa, agamamu apa. Tapi saya selalu bertanya apa dan bagaimana sekolahmu. Negara yang berkembang seperti Indonesia ini butuh anak-anak muda yang punya intelektual bagus dan punya hati yang baik. Tanpa hati yang baik dan tanpa ada keinginan berkorban, tapi hanya mengandalkan intelektual saja, itu tidak akan ada apa-apanya.

Melalui kesempatan ini, izinkan saya sekali lagi bertanya kepada Anda: Indonesia akan menjadi Negara yang besar, Kau siap atau tidak ?

Sungguh besar jasa para pahlawan bangsa ini. Semoga refleksi ini, bisa bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semua.

2 Komentar

  1. Sungguh terharu sekali kang membaca refleksi kejadian dalam memperingati Hari Pahlawan yg diutarakan oleh Bapak Menko Polhukam tsb… 🙂 maaf telat datang hehehee… internetnya lemot kang dlm dua hari ini…
    Selamat Hari Pahlawan Buat Bangsa Indonesia …

    • Iya kang @EkaIkhsanudin:disqus … saya juga terharu … makanya, saya berat sekali membuat status soal Pahlawan … saya ini apa … Pahlawan bangsa ini benar-benar berhati mulia. Tidak pernah bertanya untuk apa. Tapi .. ‘Kau Siap atau Tidak ?’ ..
      Iya .. ga pa2.. Kang … internet di sini alhamdulillah lancar …

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*