Puasa Mampu Menghasilkan Sistem Kekebalan Tubuh Baru

Puasa Mampu Menghasilkan Sistem Kekebalan Tubuh Baru – Sebentar lagi kita akan bersama-sama menjalankan ibadah puasa. Ini artinya umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan ibadah puasa, dengan menahan makan dan minum, mulai dari terbit matahari hingga menjelang malam saat matahari terbenam.
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa menjalankan puasa, memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satu manfaatnya adalah peningkatan sistem kekebalan tubuh dan pembaruan sel-sel tua yang rusak dalam tubuh. Puasa mendorong tubuh untuk menggantikan sel tua dan rusak, terutama jika sistem kekebalan tubuh telah rusak oleh penuaan atau pengobatan kanker, demikian kata Valter Longo dari University of Southern California.
“Ketika Anda lapar (puasa), sistem mencoba untuk menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel-sel kekebalan tubuh yang tidak diperlukan, terutama yang berpotensi mengalami kerusakan,” jelas Valter Longo.
Puasa Mampu Menghasilkan Sistem Kekebalan Tubuh Baru
img from yahoo.com
Selama studi, para peneliti menemukan bahwa orang yang berpuasa beberapa hari dalam dua bulan memaksa tubuh bertahan ke mode hidup – menggunakan cadangan gula dan lemak pada tingkat optimal sebagai sumber energi. Tubuh kemudian mengirim sinyal kepada sel induk untuk menumbuhkan dan membangun kembali seluruh sistem.
“Dengan sistem rusak berat akibat kemoterapi atau penuaan, berpuasa dapat menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang baru,” catat Valter.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi beberapa efek berbahaya dari kemoterapi,” tambah Tanya Dorff, asisten Valter Longo pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell. (sumber)
Loading...

2 Komentar

  1. puasa itu sangat banyak manfaatnya…salah satunya ya menghasilkan sistem kekebalan tubuh yg baru…
    selamat menyambut bulan Ramadhan…keep happy blogging always,,salam dari makassar 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*