Perusahaan Denmark ini Ekspor Sperma ke 80 Negara

Perusahaan Denmark ini Ekspor Sperma ke 80 Negara – Suatu terobosan dalam kegiatan ekspor komoditas dilakukan oleh sebuah perusahaan asal Denmark. Kegiatan ekspor komoditas ini, nyaris tidak terpikirkan oleh perusahaan lainnya di dunia. Cryos, nama perusahaan itu, belum lama ini memulai kegiatan ekspor sperma yang berasal dari para pendonor untuk diperjualbelikan ke berbagai negara. Perusahaan bank sperma itu mengekspor sperma yang dikemas dalam botol-botol kecil ke sekitar 80 negara. Dari seluruh sperma yang diekspor tersebut dapat menghasilkan setidaknya 27.000 bayi.

Ole Schou, CEO Cryos International mengatakan, “Kami mengekspor 96 persen dari hasil produksi kami. Kami seperti sebuah pabrik. Volume dan kualitas sangat penting,” ungkapnya seperti dikutip dari Tribunnews.

Nilai donasi donor sperma dan harga jualnya

Schou lebih lanjut menjelaskan, bahwa saat ini Cryos memiliki 1000 orang pendonor sperma yang dibayar dengan jumlah variatif. Ada yang nilainya mulai dari 15 hingga 76 dollar AS atau setara sekitar Rp. 199.000, dan ada pula Rp 1 juta untuk setiap donasi. Ketika sperma dari pendonor sudah lulus uji dan hasilnya sudah dilegalisir, maka sperma tersebut bisa dijual dengan harga sekitar 45 hingga 1137 dollar AS atau setara sekitar Rp 499.000 hingga Rp 15 juta.

Perusahaan Denmark ini Ekspor Sperma ke 80 Negara

Perusahaan Denmark ini Ekspor Sperma ke 80 Negara

Pasar terbesar ekspor sperma

Schou memaparkan, pertumbuhan pasar tertinggi berasal dari para wanita lajang. Sebanyak 50 persen bisnis Schou berasal dari pasar yang menyasar wanita lajang. Schou menyatakan, pihaknya menargetkan bahwa pasar konsumen berupa wanita lajang dapat meningkat hingga menyentuh 70 persen dari total permintaan dalam waktu lima tahun ke depan. Tetapi Schou pun tidak menyangkal bahwa perusahaannya masih mengalami beberapa tantangan. Adapun tantangan terbesarnya adalah merekrut pria dengan latar belakang yang beragam sebagai donor untuk memuaskan permintaan pasar. “Ini masih menjadi kendala bagi kami,” sebut Schou. Kenapa demikian ?

Bukan hal mudah menjadi pendonor sperma

Pada dasarnya menjadi seorang donor sperma bukanlah hal yang mudah. Menurut Kimberly Kraweic, seorang profesor dari Duke University di Amerika Serikat, tidak mudah menjadi dan mencari seorang donor. Ini merupakan sebuah pekerjaan yang lebih sulit dibanding kedengarannya. Seorang donor potensial harus mengunjungi klinik dua kali dalam seminggu selama beberapa bulan. Dia juga tidak boleh merokok, mengonsumsi obat-obatan, dan bahkan dilarang bercinta selama proses ini. Demikian Kraweic menjelaskan. Tertarik menjadi pendonor ? 😀

Loading...

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*