Istri Dahlan Belum Tahu Suaminya Jadi Tersangka

Dari Surabaya, hari ini metrotvnews.com memberitakan, Istri mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri belum mengetahui penetapan status tersangka suaminya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gardu induk listrik. Istri mantan Menteri BUMN, itu masih sakit.

Penjaga rumah Dahlan, Susilo mengatakan hingga saat ini Nafsiah belum mengetahui suaminya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kondisi ibu juga baru saja sakit dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan. Di rumah juga tidak dinyalakan televisi, radio, juga tidak ada koran. Bapak sendiri nanti yang kasih tahu ke ibu,” kata Susilo, saat ditemui wartawan di kediaman Dahlan Iskan di perumahan Sakura Regency, Blok AA, Jalan Ketintang Baru Selatan VIII, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2015).

Menurut Susilo, Dahlan Iskan, direncanakan masih di Bandara Juanda Internasional Surabaya. “Pak Dahlan masih di Juanda. Enggak langsung ke sini. Jadi langsung saja wawancara sama Asrul Ananda, anaknya bapak di Graha Pena, kantor Jawa Pos,” katanya.

Pantauan Metrotvnews.com, perumahan Sakura Regency dijaga ketat pascapenetapan tersangka Dahlan Iskan. Petugas keamanan itu mengaku mendapat pesan dari penjaga rumah Dahlan Iskan agar melarang orang yang hendak mendatangi rumah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, itu.

“Mohon maaf. Saya dapat pesan dari satpam yang jaga rumahnya pak Dahlan Iskan agar tidak ada wartawan yang datang,” kata salah satu petugas keamanan Perumahan Sakura Regency yang enggan disebut namanya, Sabtu (6/6/2015).

Menurut pria bertopi hitam itu, pihaknya hanya menjalankan tugas. Ia mengaku hanya memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap warga Perumahan Sakura Regency.

“Jadi, pesan penjaga rumah bapak Dahlan Iskan, jika ada wartawan langsung arahkan ke kantor Jawa Pos saja,” ujarnya.

Tak hanya wartawan, sejumlah orang yang mengaku simpatisan Dahlan Iskan pun tidak diperbolehkan masuk. “Saya simpatisan Dahlan Iskan, tapi saya juga tidak diperbolehkan masuk,” kata Ahmad, 27, dengan wajah kecewa.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi menetapkan mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk (GI) di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, 2011-2013, senilai Rp 1,063 triliun.

Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) saat proyek pembangunan itu dilakukan. Dia diduga melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (sumber)

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *