Waspada Penyakit Jantung Pada Usia Produktif

Waspada Penyakit Jantung Pada Usia Produktif – Perlu untuk diketahui, saat ini penyakit jantung tidak lagi identik dengan usia tua/lanjut. Sejak beberapa tahun terakhir ini, ada terdapat semakin banyak orang yang mengalami penyakit jantung pada usia produktif. Di salah satu rumah sakit besar di Jakarta (RSPI-Pondok Indah) contohnya. Terdapat 16,53% pasien penyakit jantung yang datang pada tahun 2010, diketahui berusia antara 20 sampai 49 tahun. 3 tahun kemudian, jumlah pasien penyakit jantung usia muda di rumah sakit itu, meningkat menjadi 28,84 %. Total pasien penyakit jantung semua usia pun bertambah cukup signifikan.

“Tahun 2010 ada 10.600 pasien dan pada 2010 ada lebih dari 12.800 orang yang mengalami penyakit jantung,” ujar dokter spesialis penyakit jantung, dr M Taufik A Pohan SpJP.

Penyakit jantung memang menyerang secara mendadak. Keadaan ini dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh arteri. Akibatnya, alirah darah ke jantung menjadi berkurang. Penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Baca juga :

“Begitu terjadi penyempitan pembuluh darah koroner maka otot jantung kekurangan darah dan terjadilah PJK,” kata Taufik.

Waspada Penyakit Jantung Pada Usia Produktif

Waspada Penyakit Jantung Pada Usia Produktif

Faktor yang memiliki peran besar dalam serangan jantung pada usia muda adalah gaya hidup tidak sehat dan stres. Kemudian tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, kolesterol, kencing manis, kegemukan, dan kurang olahraga merupakan pemicu yang umum.  Menurut Taufik, faktor ini adalah faktor risiko yang dapat diubah. Namun, ada juga faktor resiko penyakit jantung koroner yang tidak dapat diubah, yaitu usia dan jenis kelamin. Lelaki/Pria diketahui mempunyai resiko lebih besar bila dibandingkan dengan wanita yang belum menopause. “Menjadi pria meningkatkan dua kali lipat terkena PJK dan resiko meninggalnya tiga kali lipat karena PJK,” kata Taufik.

Bagi orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit jantung, juga memiliki resiko tinggi terkena. Mereka yang orang tuanya terkena PJK dua kali lipat berisiko terkena PJK.  Waspadalah bila ada rasa nyeri yang khas di dada, yaitu seperti ditusuk, ditekan, dada terasa berat, dan rasa itu menjalar ke leher hingga membuat penderita seperti tercekik. Nyeri juga bisa merambat ke rahang, ke lengan kiri, atau ke punggung. Kadang, terdapat juga keluhan di daerah ulu hati. Gejala ini seringkali datang diikuti dengan keluarnya keringat dingin. Jika lebih dari 10 menit nyeri tidak hilang, segera ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit terdekat. Apalagi, bila gejalanya tidak hilang ketika menarik napas atau mengubah posisi.

“Sebanyak 50 sampai 60 persen serangan jantung disertai gejala sakit dada khas, 20 persen ditandai dengan gangguan lain, dan 20 persen lainnya merupakan sudden cardiac death,” ujar Taufik memaparkan. (sumber: gayahidup.plasa.msn)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *