Tips Mengelola Galau Sejak Usia Dini

344 views
Tips Mengelola Galau Sejak Usia Dini – Istilah Galau mungkin menjadi kata-kata populer yang muncul beberapa waktu ini. Kita mungkin pernah mendengar, ada berita tentang anak-anak yang terjun dari apartemen yang tinggi karena keinginannya tidak dipenuhi orang tua. Kemudian ada pula anak-anak remaja yang melakukan pembunuhan karena sakit hati ditolak cintanya, dan lain sebagainya. Sebenarnya, semua yang terjadi pada masa anak-anak dan remaja, itu tergantung dari bagaimana mengelola mereka, anak-anak atau remaja itu, sejak usia dini. Kali ini saya ingin memaparkan bagaimana tips mengelola galau sejak usai dini, seperti yang dipaparkan oleh Psikolog Bertha Sukenda kepada Tribunnews.com
Menurut penjelasan ilmiah, galau didefinisikan sebagai perasaan yang kacau bercampur antara sedih, kesal, cemas, marah dan khawatir, menjadi satu sehingga termanifest dalam sikap murung atau sering melamun.

Beberapa kasus yang terjadi memperlihatkan bahwa generasi sekarang mulai banyak yang mengalami kesulitan emosional, seperti misalnya : mudah merasa kesepian dan pemurung, mudah cemas, mudah bertindak agresif, kurang menghargai sopan santun dan sebagainya. Ini semua akan sangat merugikan perkembangan anak-anak itu sendiri, meskipun mungkin mereka tampil sebagai anak-anak yang pintar di sekolah.
Tips Mengelola Galau Sejak Usia Dini
Kecerdasan atau angka IQ yang tinggi bukan merupakan satu-satunya jaminan bagi kesuksesan seorang anak di masa depan. Ada faktor lain yang saat ini cukup populer yaitu : kecerdasan emosional. Salah satu aspeknya adalah kecerdasan sosial, di mana anak memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami orang lain serta bertindak bijaksana dalam hubungan antar manusia. Selain itu kecerdasan emosional juga meliputi kemampuan seseorang untuk mengenali emosinya sendiri serta mengelola emosi tersebut dengan cara yang benar. Di samping juga kemampuan untuk memotivasi diri sendiri serta tetap bersemangat saat menghadapi berbagai kesulitan.
Perlu Anda mengerti, kecerdasan emosional ini dapat dikembangkan pada anak-anak sejak usia dini. Suasana damai dan penuh kasih sayang dalam keluarga, contoh-contoh nyata berupa sikap saling menghargai satu sama lain, ketekunan dan keuletan menghadapi kesulitan, sikap disiplin dan penuh semangat, tidak mudah putus asa, lebih banyak tersenyum daripada cemberut, semua ini memungkinkan anak mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kecerdasan emosionalnya.

Tips Mengelola Galau sejak Usia Dini

Peran orangtua dalam upaya menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak sangat penting. Coba langkah-langkah awal dalam memulai menumbuhkan kecerdasan emosi anak :

Pahami perspektif anak dan berempatilah

Meskipun mungkin anda tidak dapat melakukan apapun terhadap kekesalan anak anda, tunjukkan rasa empati anda.Mencoba memahami apa yang terjadi pada anak anda, mampu membantu anak membuang rasa galau tersebut pada akhirnya. Berempati bukan berarti anda menyetujui rasa kesalnya. Anda hanya mencoba memposisikan diri anda dari perspektif anak.Dia mungkin harus melakukan apa yang anda katakan, tetapi ia juga berhak memiliki perspektif darinya. Kita semua tahu bahwa akan sangat nyaman rasanya jika perasaan kita dipahami, bagaimanapun hal tersebut akan lebih mudah, apalagi ketika belum ada jalan keluar. Coba kalimat-kalimat yang mengungkapkan pemahaman dan rephrase di bawah ini :
“Adik kecewa karena hujan diluar.”
“Adik gak mau berhenti bermain di luar untuk makan siang, tetapi ini sudah waktunya.”
“Adik ingin melek sampai malam seperti orang dewasa, Mama paham.”
Dari kalimat-kalimat tersebut di atas, menunjukkan bahwa orangtua paham dan empati dengan yang anak rasakan.Sebaliknya, anak-anak dapat belajar mengembangkan empati dengan cara mengalaminya dari orang lain.
Anda sebagai orangtua pun membantu anak anda merefleksikan pengalaman perasaannya dan mengetahui apa yang membuatnya merasa galau.

Biarkan anak menunjukkan ekspresi emosinya

Anak-anak tidak bisa membedakan antara emosinya dan dirinya.Terima dan pahamilah emosi anak-anak, dari pada melarang atau menolak anak-anak menunjukkan hal tersebut.Melarang kekhawatiran, kemarahan, ketakutan atau kecemasan anak-anak merasakan emosi atau perasaan tersebut, tidak akan menghentikan mereka dari perasaan-perasaan “galau” tersebut.┬áTetapi malah akan semakin menekan mereka sehingga akhirnya anak menjadi stres.
Kalimat-kalimat yang bisa disampaikan seperti:
“Adik sangat marah karena kakak merusak mainanya?Sini adik, Mama temani untuk bilang ke kakak tentang perasaan Adik ya”
“Adik nampaknya khawatir tentang field trip hari ini ya?Dulu Papa juga gugup saat mau field trip saat masih TK. Mau papa ceritain tentang Papa dulu?”
“Adik marah-marah dan rewel mulu sih, nak? Nampaknya dari pagi gak ada yang bener deh menurut Adik.Adik ingin nangis atau cerita? Setiap orang kadang memang perlu nangis.Sini Papa peluk dan Adik bisa nangis sepuasnya.”
Penerimaan anda sebagai orangtua, membuat anak menerima emosi yang mereka rasakan, dan membuat anak terbiasa menghadapi dan mengatasi emosi mereka sendiri.Anak-anak jadi terbiasa mencari solusi terhadap perasaan merekadan terlatih untuk ‘move on’, sehingga mereka bisa mengatur emosi mereka sendiri. Selain itu, saat anda menerima perasaan mereka, ini mengajarkan mereka bahwa perasaan sedih, malu, khawatir, kesal,marah itu tidak bahaya, tidak memalukan dan merupakan fakta yang universal dan dapat dikelola. Mereka belajar bahwa mereka tidak sendiri.Anak-anak belajar bahwa mereka dapat diterima meskipun ada banyak hal dalam dirinya yang tidak menyenangkan, tetapi orang lain menerima mereka apa adanya. Mereka pun juga belajar menerima orang lain apa adanya.

Dengarkan perasaan anak-anak

Kadang-kadang, anak-anak hanya ingin punya kesempatan agar perasaannya didengarkan ketika mereka mengekspresikan perasaan mereka.Baik anak anda 6 bulan atau 16 tahun, mereka butuh anda mendengarkan. Saat mereka merasakan dan mengekspresikan perasaan mereka, perasaan itu akan menghilang dan mereka dapat tetap melanjutkan kehidupannya dengan baik.

Ajari anak-anak tentang cara menyelesaikan masalah

Emosi adalah pesan, bukan kubangan lumpur yang menyesakkan jiwa.Ajari anak-anak untuk tetap bernafas di antara emosi tersebut, merasakan emosinya, toleransi tanpa harus bereaksi terhadap perasaan tersebut. Ketika anak-anak dipahami dan diterima, perasaan tersebut lama-lama menghilang dan mereka dapat mencari solusinya.
Kadang mereka butuh anda untuk membantu menemukan solusi.Tetapi lebih baik, berikan kesempatan bagi anak anda untuk berpikir dan menemukan idenya sendiri.
“Adik sangat marah karena Jason tidak mau bergantian bermain lego.Kadang adik merasa gak mau lagi bermain dengannya. Tetapi adik suka bermain dengannya sebenarnya.Apa yang mau Adik katakan ke Jason?”
“Adik sangat kecewa dan menangis karena Lia tidak bisa main ke rumah karena sakit.Padahal adik sangat berharap bisa bermain dengannya hari ini. Saat adik siap, mungkin kita bisa cari ide yuk untuk cari kegiatan lain yang menyenangkan.”
Anak-anak butuh berekspresi tetapi mereka juga perlu belajar mengetahui bagaimana untuk “ganti gigi” agar lebih cepat menemukan solusi dan masalah dengan cara mereka.┬áPenelitian para ahli mengatakan bahwa hanya dengan menunjukkan empati kita kepada anak-anak, maka ini akan mengajarkan mereka untuk mengelola perasaan mereka, menghormati perasaan mereka sebagai sinyal bahwa mereka perlu mengatasi perasaan mereka dan memberdayakan anak agar belajar mencari solusi permasalahan. Jadi, masih marah-marah kalau anak anda galau ?(sumber)

Tags: #gaya hidup #tips mengelola galau #usia dini

  1. author

    Abu Zaini4 tahun ago

    Kalo saya sih langsung merenung dan baca Quran…Pasti hilang tuh GALAU…

    Salam dari Pulau Dollar

    Balas
  2. author

    Ibrahim M.Pd.I4 tahun ago

    Dengarkan perasaan anak-anak adalah cara yang tepat untuk mengarahkan anak agar tidak stress dan tidak menganggap rumah sebagai neraka, perhatian orang tua harus terfokus pada anak dengan membeimbing mereka sejak dini, menjadikan mereka sebagai teman bukan sebagai bawahan yang harus mengikuti perintah orang tua secara terpaksa. Benarkan mas?

    Balas

Tinggalkan Balasan