Sinopsis drama Korea Hotel Del Luna Episode 5 Part 3

Category: Sinopsis 1 0

Oke, mari kita lanjutkan dengan Sinopsis drama Korea Hotel Del Luna Episode 5 Part 3. Part sebelumnya bisa kamu baca di sini. Sementara daftar sinopsisnya bisa kamu temukan di review drama Korea Hotel Del Luna.

“Lalu,… Aku membuat hatimu berubah hanya dengan ini?” tanya Chan Seong.

Man Weol mleruk, “Lagi! Mengajukan pertanyaan padahal kau tahu jawabannya Apa mereka mengajarimu itu di Harvard?”

“Mengajukan pertanyaan untuk memberikan jawaban dapat mengarah pada penentuan kebenaran. Ini adalah metode yang dikenal oleh Socrates.” jawab Chan Seong sok ilmiah, “Itulah yang diajarkan para profesor
di Harvard.”

“Tapi ini bukan Harvard, jadi kembalilah temukan anting-antingku.”

“Apa menemukan itu sepadan dengan ini?” tanya Chan Seong sambil menunjukkan daun tadi.

“Jangan repot-repot mencarinya. Temukan dan aku akan membunuhmu.”

“Katamu kau akan membunuhku tapi kau tak bersungguh-sungguh. Katamu kau tak akan mencarinya tapi kau ingin. Kau bukan orang dermawan tapi kata-katamu lebih sinis. Begitukah semua hantu menua karena usia?”

“Tidak, aku terlahir seperti ini. Aku selalu bersikap sinis. Kau tak melihat itu dalam mimpimu?” tanya Man Weol.

“Kau baik dan pandai.”

“Aku? Serius?”

“Ya, kau memperhatikan dia dengan kasih sayang. Namanya Yeon Woo.”

Mendengar ini, tawa Man Weol terhenti dan ia jadi kelihatan sedih.

“Kau tahu juga rupanya.”

“Ya.”

Man Weol jadi teringat saat Yeon Woo kembali dan tidak jadi kena hukuman. Ia dibawa si kapten saat itu. Karena si kapten sudah janji untuk membawa Yeon Woo kepadanya dengan selamat.

“Kau memanggil namanya dengan cinta itulah sebabnya terjebak di kepalaku.”

“Kenapa? Apa kau pikir kau bisa menjadi dia?” tanya Man Weol

Baca juga :  Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 3 Part 1

“Pikiran itu sejenak terlintas di benakku, tapi sepertinya tak mungkin.”

“Yeon Woo adalah orang yang paling mencintaiku. Kau juga mencintaiku?”

Ditanya begini, Chan Seong jadi diam. Mereka berpandangan. Diam lama.

“Aku yakin, tidak.” jawab Chan Seong pelan.

Man Weol menatap tajam Chan Seong. Lalu berkata, “Pergilah.”

Ia lalu bangkit dan berjalan pergi menuju kamarnya. Chan Seong hanya memandanginya. Ia mendengar pintu kamar ditutup agak keras.

Dalam kamarnya, Man Wol memandang kosong. Mulutnya mendesah, “Yeon Woo…”

Ia teringat saat dirinya dan Yeon Woo berbincang di bawah pohon besar, yang mirip dengan yang ada di hotel namun yang beda adalah daunnya. Pohon besar ini berdaun lebat.

“Man Weol. Dengan pohon yang kau sukai ini, aku akan membangun rumah terbesar yang pernah ada. Lalu, akan kuberikan padamu.” kata Yeon Woo.

“Apa? Kau akan membangun rumah dengan pohon ini untukku? Lupakan. Aku tak bermaksud tinggal bersamamu di rumah itu.” jawab Man Wol

“Kau akan segera menua, yang artinya kau tak akan bisa kemanapun. Aku tak bisa membiarkan seorang wanita tua hidup di bawah terpal.

Man Weol senyum, “Ini adalah kehidupan di mana kau bisa ditangkap dan dibunuh pada hari berikutnya. Aku bahkan tak berharap untuk hidup sampai menjadi wanita tua.”

“Tapi kau bisa menjadi wanita tua. Peramal bilang bahwa aku akan berumur panjang seperti pohon ini. Aku diperkirakan akan hidup 100 tahun, akan kuberi kau sebagian umurku.” kata Yeon Woo

“Jika kau beri, kau akan mati.”

“Benar juga. Tak apa. Selama aku mati karenamu, tak apa… Kau boleh memliki semua umurku.”

Mendengar ini, Man Wol tertawa. Yeon Woo ikutan tertawa.

Baca juga :  Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 1

Ingat semua ini, Man Weol jadi sedih. Ia memandang kosong. Suasana yang dibentuk pas banget. Apalagi pas adegan ini, backsound-nya adalah Can You See My Heart dari Heize. Sedih jadinya … 🙁

Chan Seong masih berdiri di depan meja Man Weol. Setelah menghela nafas panjang, ia lalu pergi meninggalkan tempat itu.

***

Sinopsis drama Korea Hotel Del Luna Episode 5 Part 3

Suami isteri itu hanya memandangi jasad yang tengah didandani. Sepertinya, itu jenazah anak mereka. Lelaki itu memotong sedikit rambut jenazah wanita itu. Lalu memasukkannya dalam kantung kecil berwarna merah. Pria itu lalu menyerahkannya pada pasangan suami isteri itu.

“Ini akan menemukan mempelai pria untuk putrimu yang sudah mati.”

Mereka lalu melepaskan balon yang digantungi kantung merah berisi rambut putri mereka itu.

“Siapa pun yang menemukan kantong merah yang menampung keinginan mendiang akan menjadi pasangan arwahnya.”

Itulah yang dikatakan pria yang memotong rambut tadi.

“Aku harap orang baik menemukan kantong itu.” kata si Bapak sambil memandangi balon yang terbang ke langit.

“Su Min. Kami akan membuatmu menikah agar kau tak kesepian.” kata pula si ibu setengah menangis.

“Tidak! Aku tak ingin menikah dengan orang asing.” teriak Su Min. Arwahnya ternyata berdiri di belakang ayah ibunya. Tentu saja, ayah dan ibunya tak mengetahuinya. Arwah Su Min berlari mengejar balon atau lampion yang terbang itu.

***

Sinopsis drama Korea Hotel Del Luna Episode 5 Part 3

“Kau akan pulang lebih awal hari ini.” tanya Seo Hee.

“Ya, aku sedikit lelah.” jawab Chan Seong.

“Kaulah orang yang kurang kerjaan.” kata Seo Hee

“Adalah tugasku untuk menjaga para tamu, sebagai pengusaha perhotelan.”

“Sepertinya kau sudah mengubah pola pikirmu. Kupikir kau membenci hotel kami.” kata Seo Hee

Baca juga :  Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Aku membuka hatiku untuk seseorang.” jawab Chan Seong,”Aku sebenarnya sedikit lembut, jadi aku cenderung membalas budi sepuluh kali lipat.” lanjut Chan Seong setengah menyindir.

“Ya?”

“Berarti jika kau baik padaku, aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik. Jadi, tolong bersikap baik padaku.” kata Chan Seong seraya pergi dari situ.

Seo Hee hanya memandang Chan Seong. Sun Bi yang ternyata baru tiba, langsung menghampirinya.

“Apa yang dia bicarakan? Apa katanya?”, tanya Sun Bi.

“Dia menggunakan sarkasme untuk mengancamku. Dia bilang dia membalas budi sepuluh kali lipat dari jumlah yang dia terima.”

“Aku tahu Ma Go tak akan mengizinkan.” kata Sun Bi.

Bersambung ke Sinopsis drama Korea Hotel Del Luna Episode 5 Part 4.

YOU MIGHT ALSO LIKE :

Related Articles

Komentar