Polisi Gunakan Lie Detector Untuk Periksa Agus – Agus atau Agustinus Tae (25) memang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Angeline/Engeline. Namun, keterangannya yang terkesan berubah-ubah membuat pihak berwajib merasa terkecoh. Pengakuannya pada salah seorang anggota DPR terkait dengan pengakuan tersangka yang dijanjikan Rp 2 miliar oleh Margareith tidak dikatakannya pada polisi. Saat ini, ibu angkat Angeline sendiri telah menyandang status tersangka dengan tuduhan penelantaran anak.

Guna mendapatkan kepastian keterangan Agustinus yang berbelit-belit dan terkesan main-main, maka Polri akan menggunakan lie detector atau alat pendeteksi untuk menguji kejujuran atau kebohongan seseorang di Polda Bali.

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, bahwa hari ini diturunkan juga lie detector untuk memeriksa keterangan Agus benar atau tidak. Karena Agus ini kadang A kadang C. Seperti sempat ditawarkan Rp 2 miliar, ternyata saat dikonfrontir (ngakunya) cuma main-main saja. Hal ini dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan, Senin (15/6) seperti dilansir JPNN.

Semua pengakuan Agustinus tetap tidak dibiarkan berlalu begitu saja oleh polisi. Pengakuan uang Rp 2 miliar, itu tetap di dalami meski tersangka sudah mencabut ucapannya. Pengakuan ini akan ditelusuri lagi lebih jauh. Seperti misalnya Rp 2 miliar ini uangnya dalam bentuk apa, bagaimana pun akan diselidiki. Polisi khawatir ada motif tertentu.

Anton menyebutkan, dalam kasus pembunuhan itu biasanya ada motif. Yang tersiar kabar selama ini motifnya diduga karena warisan. “Kami selidiki berapa warisan itu. Kalau tidak sampai Rp 2 miliar tafsirkan sendiri buat apa memberikan Rp 2 miliar itu,” ungkap Anton.