Pembunuh Bocah dalam Kardus Terancam Hukuman Seumur Hidup

Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus mayat dalam kardus dan telah menetapkan Agus Darmawan (AD) sebagai tersangka. Tersangka Agus, terancam hukuman seumur hidup. Pembunuh keji ini akan didampingi kuasa hukum. Penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik, di mana DNA pada kaos kaki milik korban yang ditemukan di lokasi pembuangan mayat identik dengan DNA tersangka AD alias AP alias OM.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10/2015) mengatakan, tersangka pembunuhan dan pencabulan 340 KUHP pembunuhan berencana atau 338 UHP UU 35 tahun 2014 dengan perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman seumur hidup.

Agus akan didampingi pengacara. “Kita tunjuk Pak Paul. Jadinya tidak ada yang dilanggar dalam proses ini,” tutup Krishna, seperti dikutip dari DetikNews.

Tersangka pembunuhan bocah dalam kardus, Agus memang memiliki sifat-sifat dasar kelainan seksual. Kepala geng Boel Tacos ini sering mengajak anak-anak sekitar tidur bareng di kamar yang gelap. Tersangka AD sering mengajak tidur bersama dengan anak laki-laki dan perempuan di kamar yang gelap, pintu dikunci. Anak-anak sekitar sering juga diajak Agus main ke rumahnya atau sekadar membantu menjaga warung. Agus juga beberapa kali sering membelikan baju untuk anak perempuan.

Parahnya lagi, tersangka Agus ini juga mengajak anak-anak ikut memakai narkoba. Hal ini dikatakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, saat jumpa pers ditemani oleh Kapolda Metro Irjen Tito Karnavian.

Pembunuh Bocah dalam Kardus Terancam Hukuman Seumur Hidup

Berdasarkan kajian akademis tentang sifat dasar paedofil, hampir seluruhnya cocok dengan karakter Agus. Pria bertato ini juga dikenal cukup dekat dengan anak-anak. “Ini untuk membangun relasi jangka panjang, sehingga ketika dekat (Agus dengan anak-anak) dianggap kewajaran,” tandasnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyayangkan masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara membolehkan putra-putrinya bergaul dengan tersangka. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, terungkap ada geng bernama Boel Tacos yang dipimpin oleh tersangka dan beranggotakan anak-anak dari lingkungan sekitar tempat tinggal tersangka. Geng ini sering berkumpul di bedeng tempat tinggal Agus, dan warga Kampung Rawa Lele tahu persis soal hal tersebut.

Dari pemeriksaan saksi, polisi menemukan buku tulis yang menggambarkan kegiatan geng tersebut. Dari buku ini terungkap anak-anak geng Boel Tacos sering diajak menghisap ganja dan sabu di bedeng Agus.

“Ada buku yang didapatkan dari salah satu anak-anak yang menggambarkan tentang kelompok Boel Tachos, mereka diajak mengganja, nyabut, semua umurnya di bawah 14 tahun. Ini menunjukkan pelakunya sangat luar biasa dan begitu permissive-nya orang tua membiarkan anaknya bergaul dengan tersangka,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Hal ini pula yang menghambat pihaknya menyelidiki kasus ini. Anak-anak itu jadi terlalu dekat dengan Agus, sehingga sulit dimintai keterangan soal sosok Agus dan kegiatan mereka di Boel Tacos.

Barang Bukti yang Disita Polisi dari Agus Bos Geng Boel Tacos

Pantauan di Main Hall Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2015), dalam jumpa pers kasus pembunuhan bocah dalam kardus itu, terlihat oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karvian. Tito didampingi oleh Dirkrimum Kombes Krisna Mukhti, Kapolres Jakarta Barat Kombes Rudi Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

Selain membeberkan metode penyidikan dan pengakuan Agus, ada juga barang bukti yang ditunjukkan. Barang bukti itu diletakan di atas meja.

Barang bukti yang disita berupa sepeda motor matic bernopol B 3039 BTP berserta helm warna merah, solatif, baju, tungku pembakaran barang bukti, dan kardus yang digunakan untuk membungkus mayat bocah 15 tahun. Selain itu polisi juga menyita kawat kabel listrik sisa pembakaran, topi warna hitam, kaos dalam warna putih, sisa pembakaran buku pelajaran IPA kelas 2 SD, kaos lengan panjang warna hitam bermotif garis-garis kuning milik pelaku.

Lokasi jumpa pers juga tampak dijaga ketat oleh anggota polisi dengan laras panjang dan anggota Dir Reskrimum. Polisi telah menetapkan Agus atau AD alias AP alias OM sebagai tersangka pembunuhan dan pemerkosaan bocah 9 tahun di Kalideres, Jakarta Barat. (sumber)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *