Review Drama Korea Oh! Master (2021): Kisah Romantis yang Diam-Diam Bicara Soal Kehilangan dan Kesepian

Di antara banyak drama Korea bergenre rom-com yang bermunculan setiap tahun, Oh! Master mungkin bukan judul yang langsung ramai dibicarakan. Ratingnya kecil, gaungnya kalah dibanding drama populer lain di slot tayangnya, dan banyak penonton bahkan melewatkannya begitu saja. Tapi justru di situlah menariknya drama ini.

Oh! Master bukan sekadar cerita dua orang yang dipaksa tinggal serumah lalu jatuh cinta. Di balik premis yang terdengar ringan, drama ini menyimpan nuansa melankolis tentang rasa takut kehilangan, penyesalan hidup, dan bagaimana manusia mencoba bertahan meski tahu waktu mereka terbatas.

Drama yang dibintangi Lee Min-Ki dan Nana ini memang tidak sempurna. Alurnya kadang lambat, konfliknya tidak selalu kuat, bahkan beberapa bagian terasa kehilangan arah. Namun di saat yang sama, ada sisi emosional yang cukup membekas jika penonton mau mengikuti ceritanya sampai akhir.

Sinopsis Drama Korea Oh! Master

Oh! Master atau dikenal juga dengan judul Oh My Ladylord, menceritakan tentang Han Bi-Soo, seorang penulis skenario drama thriller terkenal yang dikenal perfeksionis, dingin, dan sulit bekerja sama dengan orang lain.

Bi-Soo adalah tipe penulis yang percaya bahwa naskah tidak boleh diubah sedikit pun. Karena sifat keras kepalanya itu, ia sering bentrok dengan artis maupun kru produksi. Meski sukses besar di dunia kerja, kehidupan pribadinya justru kosong. Ia menutup diri dari hubungan romantis dan hidup dalam kesepian yang tidak benar-benar ia sadari.

Di sisi lain ada Oh Joo-In, aktris papan atas yang dijuluki “ratu rom-com”. Semua drama romantis yang ia bintangi selalu sukses, tetapi kehidupan cintanya sendiri justru berantakan. Di balik citra ceria dan popularitasnya, Joo-In adalah sosok yang terus merasa kesepian.

Pertemuan keduanya dimulai ketika Joo-In ingin membintangi drama karya Bi-Soo. Namun Bi-Soo menolak mentah-mentah karena menganggap image Joo-In terlalu melekat sebagai aktris komedi romantis. Situasi berubah ketika sebuah skandal membuat proyek drama Bi-Soo berada di ambang kegagalan. Pihak stasiun TV hanya mau melanjutkan produksi jika Joo-In menjadi pemeran utama.

Masalah Bi-Soo semakin rumit ketika rumah tempat tinggalnya ternyata dijual oleh ibunya, dan pembelinya tidak lain adalah Oh Joo-In sendiri. Karena Bi-Soo hanya bisa menulis dengan nyaman di rumah tersebut, ia akhirnya harus tinggal serumah dengan Joo-In.

Dari sinilah hubungan keduanya berkembang. Awalnya penuh gengsi dan pertengkaran kecil, lalu perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih hangat dan emosional.

Namun Oh! Master tidak berhenti sebagai drama cohabitation biasa. Cerita mulai bergerak ke arah yang lebih emosional ketika unsur fantasi diperkenalkan: hidup Bi-Soo ternyata memiliki batas waktu.

Detail Drama Oh! Master

  • Judul: Oh! Master / Oh My Ladylord
  • Judul Korea: 오! 주인님
  • Sutradara: Hyun Sol-Ip, Oh Da-Young
  • Penulis: Jo Jin-Kuk
  • Jumlah Episode: 16
  • Tayang: 24 Maret – 13 Mei 2021
  • Network: Munhwa Broadcasting Corporation (MBC)

Pemeran Utama

  • Lee Min-Ki sebagai Han Bi-Soo
  • Nana sebagai Oh Joo-In
  • Kang Min-Hyuk sebagai Jung Yoo-Jin

Kalau ada satu hal yang paling berhasil dari drama ini, jawabannya adalah chemistry pemain utamanya.

Lee Min-Ki memang sudah sering memainkan karakter pria dingin dan emosional, tetapi di sini ia berhasil membuat Han Bi-Soo terasa rapuh tanpa kehilangan sisi arogan khasnya. Ada aura kesepian yang terus terasa dari karakter ini, bahkan ketika ia sedang bersikap kasar atau sinis.

Sementara itu, Nana tampil sangat natural sebagai Oh Joo-In. Karakternya mudah disukai karena tidak dibuat berlebihan. Joo-In terlihat seperti sosok yang selalu tersenyum demi orang lain, padahal dirinya sendiri sedang lelah secara emosional.

Hubungan mereka berkembang perlahan. Tidak terlalu meledak-ledak, tetapi cukup nyaman untuk diikuti. Drama ini lebih banyak bermain di momen-momen kecil: makan bersama, saling menemani diam-diam, atau percakapan sederhana yang terasa hangat.

Dan justru karena pendekatan yang sederhana itu, beberapa adegan emosional di paruh akhir terasa lebih menyentuh.

Banyak penonton awalnya mengira Oh! Master hanyalah drama rom-com biasa. Padahal tema utamanya jauh lebih gelap dibanding yang terlihat di permukaan.

Drama ini sebenarnya berbicara tentang manusia yang sadar hidupnya terbatas.

Karakter Han Bi-Soo menjadi simbol seseorang yang terlalu sibuk bekerja dan menjaga jarak dari orang lain sampai akhirnya ia dipaksa menghadapi kenyataan bahwa waktunya tidak panjang. Ketika ia mulai membuka hati dan menemukan kebahagiaan, justru saat itu ia harus belajar melepaskan.

Ada rasa ironis yang cukup kuat di sini.

Bi-Soo yang awalnya menolak cinta malah menemukan alasan untuk hidup setelah bertemu Joo-In. Sedangkan Joo-In yang terlihat ceria ternyata selalu takut ditinggalkan orang yang ia sayangi.

Tema kehilangan menjadi inti emosional drama ini.

Bahkan unsur fantasi dalam cerita sebenarnya bukan fokus utama, melainkan alat untuk mempertegas pertanyaan sederhana: Apa yang akan dilakukan seseorang jika tahu waktunya tinggal sedikit?

Salah satu hal yang membuat drama ini terasa berbeda adalah atmosfernya.

Meski dipasarkan sebagai rom-com, nuansa keseluruhan drama justru cenderung sunyi dan melankolis. Banyak adegan menggunakan pacing lambat dengan dialog yang tidak terlalu ramai. Bagi sebagian penonton, ini terasa membosankan. Tetapi bagi yang menikmati drama karakter, pendekatan ini justru memberi ruang untuk memahami emosi tokohnya.

Han Bi-Soo dan Joo-In sebenarnya adalah dua orang yang sama-sama kesepian.

Bedanya, Bi-Soo menutup diri dengan sikap dingin, sementara Joo-In menyembunyikannya lewat senyuman dan popularitas. Mereka hidup di dunia hiburan yang glamor, tetapi sama-sama tidak benar-benar punya tempat untuk merasa nyaman.

Karena itu, rumah yang mereka tinggali bersama menjadi simbol penting dalam cerita. Rumah tersebut bukan cuma lokasi romantis, tetapi tempat di mana keduanya perlahan belajar menjadi manusia yang lebih jujur terhadap perasaan sendiri.

Drama ini juga cukup menarik dalam menggambarkan rasa takut terhadap kehilangan. Tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga kehilangan waktu, kesempatan, dan kehidupan yang belum sempat dijalani sepenuhnya.

Kelebihan dan Kekurangan Oh! Master

Kelebihan

1. Chemistry pemeran utama kuat

Lee Min-Ki dan Nana berhasil membuat hubungan karakter terasa hangat dan natural. Interaksi mereka menjadi alasan utama drama ini tetap enak ditonton.

2. Emosi di paruh akhir cukup menyentuh

Meski awalnya terasa ringan, drama ini perlahan berubah menjadi lebih emosional. Beberapa adegan menjelang ending berhasil meninggalkan rasa sedih yang tenang, bukan dramatis berlebihan.

3. Visual dan tone drama nyaman dilihat

Sinematografi drama ini punya nuansa hangat dengan tone lembut yang cocok dengan atmosfer cerita.

Kekurangan

1. Pacing terlalu lambat

Ini mungkin kritik terbesar terhadap Oh! Master. Beberapa episode terasa berjalan di tempat dan konfliknya kurang kuat untuk mempertahankan intensitas cerita.

2. Unsur fantasi kurang maksimal

Konsep tentang batas waktu hidup Bi-Soo sebenarnya menarik, tetapi pengembangannya terasa kurang mendalam dan kadang membingungkan.

3. Konflik sampingan kurang memorable

Selain hubungan utama, beberapa subplot terasa kurang penting dan tidak memberi dampak besar terhadap cerita.

Ending yang Sedih, Tapi Tidak Murahan

Ending Oh! Master bisa dibilang termasuk sad ending, tetapi bukan tipe ending yang memaksa penonton menangis lewat tragedi berlebihan. Drama ini memilih pendekatan yang lebih tenang.

Ketika Han Bi-Soo akhirnya menghilang, rasa sedih yang muncul bukan karena shock semata, melainkan karena penonton tahu hubungan mereka sebenarnya baru mulai benar-benar bahagia. Ada rasa kosong yang sengaja dibiarkan menggantung. Namun justru itu yang membuat ending-nya terasa cukup manusiawi.

Joo-In tidak digambarkan hancur total. Ia memahami bahwa perpisahan itu memang akan datang. Dan terkadang, menerima kehilangan adalah bentuk cinta yang paling sulit dilakukan.

Apakah Oh! Master Layak Ditonton?

Kalau mencari drama rom-com yang penuh komedi heboh dan konflik cepat, mungkin Oh! Master bukan pilihan terbaik. Drama ini berjalan lambat dan lebih fokus pada suasana emosional dibanding cerita yang penuh kejutan.

Tetapi jika suka drama romantis yang lembut, reflektif, dan sedikit melankolis, Oh! Master punya daya tarik tersendiri.

Ini adalah drama tentang dua orang yang sama-sama terluka, lalu mencoba menemukan kenyamanan satu sama lain sebelum waktu memisahkan mereka.

Memang bukan drama terbaik dari segi penulisan. Ada banyak bagian yang terasa kurang maksimal. Namun di balik kekurangannya, Oh! Master tetap memiliki hati yang cukup tulus.

Dan kadang, itu saja sudah cukup membuat sebuah drama terasa berkesan.

Rating: 6.8/10

Leave a Comment