Menyerah Lawan Kanker, Tracey Meninggal di Pelukan Suami setelah melahirkan Anaknya

Tracey Keers akhirnya menyerah melawan kanker yang dideritanya beberapa hari setelah ia melahirkan bayi perempuan dan menikahi pria impiannya.

Mengutip Tribunnews.com dari Mirror pada Sabtu (14/4/2018), Tracey Keers (33) harus melahirkan anaknya secara prematur. Berat Kyla kecil tidak mencapai 1 kilogram. Bayi ini harus lahir sebelum waktunya, dengan operasi cesar pada usia 28 minggu setelah kanker payudaranya kembali.

Steven (35), suami Tracey Keers, merasa khawatir dia tidak akan bertahan cukup lama untuk bertemu dengan putri mereka yang baru lahir. Mereka juga memiliki seorang putra berusia tujuh tahun, Kieran, mengikat hubungan mereka dalam jenjang pernikahan khusus di rumah sakit pada menit terakhir. Mereka adalah suami dan istri yang hubungannya hanya sembilan hari sebelum Tracey meninggal dalam pelukan suaminya, dengan kepalanya bersandar di dada Steven.

Tracey Keers saat menikah

Tracey Keers, ibu dua anak dari Hartlepool ini menceritakan kisah inspirasinya, di sebuah blog yang bertujuan membantu ibu lain dengan kondisi kanker payudara. Berbicara tentang diagnosisnya pada kehamilan usia 24 minggu, dia menulis,

“Saya diberitahu bahwa saya akan melahirkan di bawah anestesi umum dan bahwa saya mungkin tidak dapat bertahan hidup. Mungkinkan itu bisa menjadi lebih buruk?”

“Sulit untuk melihat Steven. Bagaimana ini bisa terjadi pada kita? Kita adalah orang baik, kita memiliki kehidupan yang sederhana dan hidup untuk hal-hal sederhana,”

“Kami merasakan kebahagiaan seperti itu ditambah kami akan mendapatkan anggota baru lagi dan sekarang saya tahu saya mungkin tidak akan bertemu dengannya atau dia mungkin tidak berhasil dilahirkan juga,”

Tracey Keers usai melahirkan

Dari rencana pernikahannya ia juga berharap memiliki nama yang sama dengan putra dan (saat itu) tunangannya. Ia mengaku dirinya sangat senang memiliki hari yang sudah lama ia impikan tersebut.

“Jika kondisi saya memburuk, maka kita akan menikah di samping rumah sakit atau di gereja kapel bersama keluarga,”

“Tapi sungguh memalukan untuk tidak merayakan cinta kami dengan benar dan merasa luar biasa untuk hari itu melihat Kieran dengan Tuxedo kecilnya, bagaimana dengan putri kami. Dia juga bisa menjadi bagian dari ini dan anak-anak saya dapat melihat kembali kenangan sebelum ibunya pergi ke surga,”

Mimpinya pun menjadi kenyataan, Tracey menjalankan pernikahan di James Cook University Hospital, Middlesbrough.

Tracey saat masih sehat

Seminggu setelah pernikahannya, Tracey kalah dalam pertempuran melawan kankernya.

Steven mengatakan, istrinya pertama kali didiagnosa mengidap kanker payudara pada tahun 2016.

Dia menjalani mastektomi diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi sebelum masuk ke dalam remisi pada Juli 2017.

“Kami tahu kami menginginkan bayi lagi, jadi kami menjalankan perawatan IVF dan berhasil membuat 13 telur dibekukan,”

“Tapi dia hamil secara alami pada bulan September dan kami sangat gembira karena kami tidak berpikir itu bisa terjadi,” jelas Steven.

Istrinya mulai mengalami sakit kepala yang parah dan sakit sebelum dokter mengabarkan berita buruk bahwa kankernya telah kembali dan bersifat mematikan.

“Mereka mengatakan waktunya hanya mencapai tiga hingga enam bulan, namun Tracey adalah Tracey, dia tidak pernah menyerah dan selalu bertarung,”

“Dia sahabatku, kita selalu bersama,”

Dokter pun membuat keputusan untuk melahirkan Kyla melalui operasi caesar pada 19 Maret 2018.

“Mereka mengatakan Tracey mungkin tidak bangun, tapi untungnya dia berhasil melaluinya,”

“Dia sangat khawatir bahwa dia mungkin tidak pernah bisa melihat putrinya, tapi dia bisa melihatnya,”

“Saya ingin menjadikannya spesial yang saya bisa lakukan untuknya, jadi saya menghubungi teman-teman dan kami semua mendekorasi kamarnya,” ungkap Steven.

“Toko pengantin menyumbangkan sebuah gaun dan aku punya pakaian untukku dan Kieran,”

“Saya pikir dia cukup terkejut ketika dia melihat ruangan,”

Steven pun menceritakan saat-saat terakhirnya dengan Tracey saat itu.

“Saya naik ke tempat tidur dan memegang Tracey, kepalanya di dada saya dan kemudian ia meninggal dengan tenang,”

“Ketika saya harus memberitahu Kieran, itu adalah hal tersulit di dunia yang harus saya lakukan, sungguh memilukan,”

Diketahui, pasangan ini sudah bersama selama 10 tahun. Steven dan Tracey saling kenal di sekolah.

“Saya tidur di tempat tidurnya di rumah sakit selama empat minggu karena saya tidak ingin meninggalkannya, jadi sekarang saya sedang berada di rumah namu tampak begitu sepi,” ungkap Steven.

Selalu peduli dengan orang lain, Tracey yang bekerja di Universitas Durham ini menulis blog untuk meningkatkan kesadaran akan kanker payudara.

Dia juga mengatur halaman penggalangan dana sendiri sebelum ia meninggal, jadi Steven dan keluarganya tidak perlu khawatir tentang biaya pemakaman. (Tribunnews.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*