Memberikan Pujian Pada Anak. Pentingkah ?

49 views

Sebelum membahas tentang memberikan pujian pada anak, kami ingin bertanya, “Apakah Anda pernah atau bahkan sering memberikan pujian kepada anak Anda ? Dikatakan bahwa ada banyak anak berbakat yang mendapatkan skor tertinggi dalam tes atau ujian, ternyata menganggap remeh hasilnya. Kenapa ? Karena mereka tidak terbiasa menerima pujian. Ya. Itulah yang terjadi. Para murid berbakat ini bahkan sering kali merasa tidak percaya diri untuk menghadapi masalah besar. Kecuali, mereka tahu bahwa mereka mampu memecahkannya. Itulah yang ditulis oleh New York Magazine. Amazing ‘kan ?

Nah, kalau kita tahu bahwa ternyata pujian adalah hal yang penting dalam hidup anak, lalu seberapa banyak pujian yang cukup untuk diberikan kepada anak ?

Sebagai manusia, sebaiknya kita juga memberikan pujian yang tulus kepada orang lain, terlebih kepada anak kita. Apa alasannya ? Coba, tanyakan kepada diri kita sendiri : ’Bagaimana perasaan saya sewaktu menerima pujian yang tulus ? Tidakkah saya merasa puas dan besar hati ?’

Memberikan Pujian Pada Anak. Pentingkah ?

Well, kata-kata pujian yang tulus dapat memberi tahu anak bahwa ada yang memperhatikan, bahwa ada yang peduli, dan bahwa apa yang ia lakukan benar-benar tidak sia-sia. Kata-kata yang menghibur hati seperti itu akan mampu menumbuhkan keyakinan dan menggerakkan mereka untuk berusaha dengan lebih bersungguh-sungguh lagi di kemudian hari.

Saat kita mencela, mengkritik, mengomel, dan mengoreksi anak, fokus perhatian kita adalah pada kesalahan atau kekurangan anak. Namun, saat kita memuji, yang kita temukan adalah kelebihan atau hal positif yang anak miliki. Dengan demikian, pada saat kita memuji anak, perilaku anak yang baik itu diperkuat. Anak juga akan lebih suka mengulang perbuatan baiknya itu, dan dengan itu ia membentuk kebiasaan baik.

Tetapi di sisi lain, kita juga harus mewaspadai dampak negatif dari pujian. Karena, kalau pujian itu diberikan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan, hal itu akan membuat anak salah mempersepsikan dirinya. Ini malah akan membawa dampak kurang baik dalam relasi anak dengan teman-temannya. Saat anak merasa kecewa karena adanya kritikan atau celaan teman-temannya, ini akan memperburuk relasi sosialnya dan kemungkinan membuat anak membenci dirinya sendiri.

Untuk menghibur dirinya yang terluka, sebagian anak bersikap sombong dan tidak mau menerima masukan dari orang-orang di sekitarnya. Nah, yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebaiknya, kita mengarahkan pujian kita pada sifat-sifat baik yang anak sudah perlihatkan misalnya : kasih, murah hati, ingin berdamai, meminta maaf, tekun, jujur, dst. Kita harus menghindarkan diri dari memuji anak terlalu banyak dari segi fisiknya atau segi-segi yang dimilikinya dan bukan yang diusahakannya. Pujian ini misalnya tentang kecantikannya, kepandaiannya, kekuatan ototnya, dsb. Karena itu hanyalah penghargaan yang bernilai sementara. Apa yang dimiliki seseorang itu adalah pemberian yang harus diterima dengan pengucapan syukur. Lagipula fokus kita akan sifat baik itu lebih membuat anak merasa mampu mencapainya dan mempertahankan apa yang telah dicapainya.

Jadi, memberikan pujian pada anak itu penting, namun harus sesuai dengan porsi dan waktunya.

Tags: #anak #keluarga #pujian untuk anak

Tinggalkan Balasan