Ketika Rating Mengalahkan Manfaat

Ketika Rating Mengalahkan Manfaat – Sepulang kerja, sambil menikmati teh manis, biasanya saya selalu menyempatkan untuk menonton acara yang saya sukai yaitu Hitam Putih. Acara yang dipandu oleh mentalis Deddy Corbuzier, yang menurut saya inspiratif, karena memiliki value yang mampu memberi tontonan yang bermutu. Selalu saja ada tokoh atau seseorang yang menjadi bintang tamu, yang memiliki kisah hidup, atau pencapaian yang layak diteladani. 
Namun, sejak seminggu yang lalu, saya tidak lagi bisa menontonnya, karena ternyata, sejak 15 Januari lalu, acara Hitam Putih ini sudah dihentikan. Share dan rating menjadi alasan mengapa acara ini harus dihentikan, seperti yang diungkap Deddy Corbuzier melalui laman Facebook pribadinya.
“Namun kita semua tahu bahwa di saat ini yang dinikmati masyarakat jauh dari hal-hal inspiratif.. Sehingga pasti acara seperti ini akan kehilangan share dan rating, karena share berada di tangan masyarakat majemuk..Kami tidak menyalahkan siapapun.. Inilah dunia TV dan Masyarakat. Dan kami pun saat ini menyerah…. Bukan untuk binasa namun utk berpikir dan berkarya lagi..Kami tidak bisa mengikuti arus dan kami berpegang pada hati… Maaf bila saya mengejutkan jutaan pemirsa dengan mengkahiri acara Hitam Putih,” demikian pernyataan Deddy.
acara hitam putih dihentikan
Sangat disayangkan, hanya karena rating, maka acara bermutu ini hilang. Saya sendiri tidak tahu, mengapa masyarakat saat ini tidak menyukai hal-hal yang inspiratif. Tontonan humor yang sering dibumbui dengan hal-hal yang membodohkan, justru digemari. Walaupun style humor yang digunakan hanya itu-itu saja, tetap saja mereka tertawa, walaupun kemarin mereka sudah tertawa dengan guyonan yang sama. Ettan ra’ ?
Semoga saja akan muncul tayangan yang lebih mendidik untuk ditonton. Namun, kalau yang menjadi target stasiun TV sekarang hanya mengejar kentungan, saya kira akan semakin sulit menemukan tontonan yang bermutu. 
Loading...

25 Komentar

  1. hmmm…saya malah baru tahu acara Hitam Putih sudah nggak ditayangkan lagi. teraakhir nonton sekitar sebulan atau dua bulan lalu…maklum saya jarang banget up date tayangan tv…kalau kecewa, ada obatnya kok Mas…nonton aja Pak Rodi yang tayang di TVRI…in shaa Alloh terjamin mutunya…nggak cuma mementingkan rating kok

  2. Waktu baca berita dari kapanlagi(dot)com saya juga kaget kok acara dibubarkan kayak upacara bendera…tapi bener indonesia belum punya pegangan menurut saya karena banyaknya kasus..

    sudah muncul mas..asyik

  3. Mungkin rakyat banyak yang stres mas. Kalau acara berbobot terkadang pake mikir dikit, jadi malah nambah stres, Mereka butuh hiburan, tak peduli ada manfaatnya apa tidak, yang penting joget .. hehehe

  4. dinegaramu emang gituh kang….acara yang inspiratif dan banyak manfaatnya karena ratingnya dianggap ngga memenuhi kuota dihapus….tapi liat acara YKS…dan acara2 yang ada SI "bencong" Olxxx nya ngga ada gunanya…najis saya nontonnya ge…berisik dan sama sekali ngga ada isi dan manfaat yang bisa diambil, terutama untuk pengetahuan kita dan anak-anak, malah ratingnya bagus…negaramu emang kunyuk deh.
    belom lagi sinetron2 dinegaramu…katrok, saya malah lebih suka nonton Upin dan Ipin…sederhana tapi banyak pelajaran yang bisa diambil terutama oleh anak2.

  5. Jujur saja saya lebih milih nonton hitam putih dari pada pesbukers. Kalau pesbukers itu tontonan apaan sih. Nggak ada cerita nggak ada tujuan. Orang cuma becanda kok di tonton hahahaha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*