Kejam ! Brigadir Petrus Bakus Memutilasi 2 Anaknya

Sebuah kejadian yang membuat kita miris dan pilu terjadi di Kompleks Asrama Mapolres Melawi, Gg Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Jumat (26/2/2016) dini hari. Diberitakan bahwa Petrus Bakus, seorang polisi berpangkat Brigadir, tega membunuh kedua anaknya dan bahkan memutilasi 2 anaknya. Sungguh biadab !

Dua anaknya yaitu Amora (4), dan putranya, Fabian (3), dibunuh oleh ayahnya sendiri. Potongan tubuh 2 anak tidak berdosa itu, berserakan di atas tempat tidur. Padahal sesaat sebelum kejadian, Brigadir Petrus, Amora dan Fabian bermain bersama di dalam kamar tidur. Brigadir Petrus adalah anggota Satuan Intelkam Polres Melawi dengan NRP 88080657.

Berdasarkan informasi dari istri tersangka, yaitu Windri Hairin Yanti, Brigadir Petrus sering marah-marah seminggu terakhir ini. Peristiwa pembunuhan terjadi ketika sang istri sedang tidur. Saat itu, Brigadir Petrus mendatangi istrinya dengan membawa parang yang sudah berlumuran darah. Ia mengatakan akan membunuh istrinya. Demikian ungkap Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto, saat dihubungi Tribunnews.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, ketika melihat parang berlumuran darah, Windri meminta waktu untuk melihat kedua anaknya. Tetapi Petrus mengatakan bahwa anak-anak sudah dihabisi.

Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah hukum atas kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Brigadir Petrus. Saat ini dokter forensik sedang melakukan pemeriksaan mayat korban. Tim Penyidik Polda dan Polres melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.Kapolda memastikan, saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Melawi.

Secara fisik, Brigadir Petrus terlihat sehat, tetapi kondisi bicaranya seperti orang meracau, tidak mengenal Kapolres dan Kasat-nya. Demikian terang Kapolda Arief lebih lanjut. Ketika diperiksa, tersangka mengaku melakukan pembunuhan terhadap anak-anaknya dengan sadar dan tidak menyesal, karena ada bisikan yang memerintahkan untuk persembahan kepada Tuhan.

“Ia tidak menyesal karena anaknya sudah kembali ke surga dan menganggap anaknya sudah menyatu dengan dirinya. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sudah kehendak Tuhan sejak ia lahir dari rahim ibunya,” paparnya.
Kapolda menyatakan, bisikan tersebut diterima Brigadir Petrus sejak Jumat sepekan sebelumnya.

“Dengan kondisi kejiwaan yang demikian, maka akan kami lakukan pemeriksaan kejiwaan oleh psikiater. Namun menunggu waktu kurang lebih satu minggu untuk cooling down. Dilaporkan selama ini, yang bersangkutan tidak ada masalah dalam kedinasan,” jelasnya.

Apakah Petrus mengidap Schizophrenia ?

Menurut Kapolda Arief masih harus dipastikan terlebih dahulu. Sebab semuanya masih dalam dugaan.

“Masih dugaan. Kepastiannya hasil pemeriksaan ahli psikiatri,” kata Arief.

Hanya, Arief menuturkan Petrus sering mengalami kejadian serupa, bicara tidak jelas pada umur 4 tahun.

“Pada saat kecil umur 4 tahun, juga sering mengalami kejadian serupa dan badan terasa kedinginan,” kata Arief

Loading...

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*