Dua Pilot Indonesia Bergabung dengan ISIS

257 views

Dua Pilot Indonesia Bergabung dengan ISIS – Kepolisian Australia disebut-sebut melacak keberadaan dua pilot Indonesia yg bergabung bersama grup Islamic State (ISIS). Factor ini terungkap dalam dokumen Australian Federal Police (AFP).

Menurut alat The Intercept yg meraih dokumen ini. Ke-2 pilot tersebut didapati bernama Ridwan Agustin & Tommy Hendratno. Alat The Intercept yaitu alat yg jadi corong bagi dokumen-dokumen rahasia yg dibobol oleh mantan kontraktor National Security Agency (NSA) Edward Snowden. Berdasarkan dokumen itu, The Intercept menyebut AFP melacak ke-2 orang itu lewat Facebok sejak September 2014.

Dalam keterangannya, Ridwan Agustin ialah pilot AirAsia yg telah bergabung sejak 2009. Dalam akun Facebooknya, Ridwan menunjukkan foto-foto diwaktu tetap pelatihan di kantor Airbus di Tolouse, Prancis dengan tim AirAsia. Ridwan dinamakan lulus pelatihan pilot dari AirAsia Academy kepada Januari 2010. Dgn AirAsia, dirinya melewati rute internasional termasuk juga Hong Kong & Singapura juga rute domestik. Terhadap September 2014, profil Ridwan Ahmad beralih nama jadi Ridwan Ahmad Indonesiy. Ketika itu dia menyebutkan kemauan utk bertempur di Kobani. Di kala menyuarakan kemauan bergabung ISIS di Suriah, Ridwan berinteraksi bersama pilot Indonesia yang lain dari maskapai tidak sama. Pilot itu ketahuan pun kerap memposting dukungan utk ISIS. Sementara terhadap pertengahan Maret 2015, Ridwan memposting ruangan terakhirnya yg berada di Raqqa, Suriah.

Dua Pilot Indonesia Bergabung dengan ISIS

Dua Pilot Indonesia Bergabung dengan ISIS

(img from The Intercept)

The Intercept kepada 8 Juli 2015 launcing dokumen yg berjudul “Identification of Indonesian pilots with possible extremist persuasions” atau berarti “Dua pilot Indonesia teridentifikasi dgn mungkin saja terlibat ekstremisme”.

“Kedua pilot nampaknya terpengaruh dgn perihal pro ISIS, termasuk juga propaganda ekstremis dengan cara online yg disebarkan oleh group radikal. Mereka pula diperkirakan terpengaruh oleh masyarakat Indonesia yg telah berada di Suriah atau Irak,” catat The Intercept, berdasarkan dokumen itu.

“Pilot, awak kabin & yang lain yg mempunyai akses dalam lingkungan industri penerbangan terang mampu memunculkan ancaman bahaya mampu mereka beralih radikal. Akses & wawasan mereka bakal keamanan & keselamatan, menunjukkan kekuatan melaksanakan serangan,” isikan dari peringatan dokumen milik Australian Federal Police. Sementara Ridwan yg diyakini telah berada di Suriah, keberadaan dari istrinya Diah Suci Wulandari sampai kini tetap belum didapati. Diah didapati serta yang merupakan karyawan AirAsia & pernah memposting dukungan utk ISIS.

Pilot ke-2 yg didapati serta bergabung dgn ISIS yakni Tommy Hendratno. Namanya sekarang ini telah beralih jadi Abu Alfatih Hendratno. Tommy dikenal sbg mantan pilot militer yg dilatih di Paris & bekerja buat satu buah sekolah penerbangan lokal. Kabar terakhir Tommy jadi pilot perusahaan penerbangan carter Premiair. Cowok itu disebut-sebut menjalani pelatihan pilot di Amerika Serikat (AS), satu bln sebelum laporan ini dikeluarkan oleh AFP. Tapi pihak Premiar, Norman Sukardi yg dimintai konfirmasi oleh The Intercept menentukan bahwa Hendratno telah tak lagi bekerja buat perusahaan itu sejak 1 Juni. Tak ketahuan apakah dokumen ini telah di terima oleh pihak mempunyai wewenang Indonesia. Menurut The Intercept, peringatan dari Kepolisian Federal Australia tersebut serta diungkapkan terhadap Turki, Inggris, Amerika Serikat (AS) & pun Europol. ga ada disebutkan pihak AFP memberikan peringatan ini terhadap pihak Indonesia.

Tags: #berita #ISIS #Peristiwa

  1. author

    Eka Ikhsanudin3 tahun ago

    wah, ternyata ada pilot dari Indonesia juga yg bergabung di ISIS ya Kang… 🙂 tapi kenapa pihak AFP blm memberikan peringatan ysb kpd pihak Indonesia ya kang ? …

    Balas
    • author

      Mohammad Fanirifanto3 tahun ago

      Iya Kang @ekakampungsawah:disqus … ISIS memang makin mengkhawatirkan .. Ga tau juga kenapa AFP tidak memberikan peringatan itu. Mungkin sudah Kang .. itu kan tugasnya para intel2 yah .. ?

      Balas
  2. author

    zodized3 tahun ago

    baru baca disini beritanya sayah. bentr lagi masuk tv kayanaya nih

    Balas
  3. author

    Koyokaki Jakarta3 tahun ago

    masalahnya kenapa jadi pemberitaan media, itu khan job descnya intel ya

    Balas

Tinggalkan Balasan