Ada Materi Pacaran, Buku Olahraga Kurikulum 2013 Diprotes !

Ada Materi Pacaran, Buku Olahraga Kurikulum 2013 Diprotes ! – Dunia pendidikan Indonesia memang sedang mengalami perubahan pada kurikulum yang dipakai. Saat ini, sedang terjadi peralihan kurikulum mata pelajaran, yaitu Kurikulum 2013. Sebagai suatu hal baru, tentu saja ada kelebihan yang dimiliki oleh kurikulum 2013 ini. Tetapi, ada juga kekurangan dan justru ada buku pelajaran kurikulum 2013 yang diprotes ! Protes terbaru dilayangkan pada buku Olahraga, karena memuat adanya materi pacaran. Isi buku teks pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas XI SMA sederajat ini diprotes oleh guru dan juga warga.
Dalam 2 halaman buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 itu, ada materi tentang pacaran sehat, yang disertai dengan ilustrasi gambar laki-laki berkopiah dan wanita berkerudung.
Dilansir dari Tempo.co, guru-guru dan juga warga, sudah menyampaikan keberatan atas materi buku tersebut. Materi itu dinilai tidak layak, terutama dari komunitas muslim. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sediapermana, pada hari Selasa, 14 Oktober 2014. Guru dan juga warga mengajukan protes karena materi pacaran pada buku itu bertentangan dengan ajaran Islam.
Ada Materi Pacaran, Buku Olahraga Kurikulum 2013 Diprotes

Ada Materi Pacaran, Buku Olahraga Kurikulum 2013 Diprotes

Lebih lanjut dikatakan Elih, memang isi materi pada buku itu bukan menganjurkan siswa untuk berpacaran, tetapi agar lebih berhati-hati. Jadi, bila belum ada perintah untuk menarik buku ajar tersebut, maka menjadi kewajiban guru agar mampu menjelaskan dengan jelas dan cerdas. Sebagai contoh, guru bisa menjelaskan bahwa sebagai seorang muslim, tidak pacaran, itu lebih bagus, demikian Elih kepada Tempo.
Materi pacaran itu terdapat pada halaman 128 dan 129 buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas XI SMA sederajat semester 1. Di dalamnya tercantum beberapa larangan yang disertai dengan tips pacaran yang sehat. Salah satunya, agar para siswa dihimbau untuk menghindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual. Kemudian anjuran agar para siswa menghindari makan makanan yang merangsang sebelum atau selama pacaran. Disampaikan juga mengenai anjuran agar menghindari bacaan atau film porno yang merangsang. Materi termasuk dalam Pelajaran X berjudul Memahami Dampak Seks Bebas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan memberi penilaian, bahwa materi mengenai pacaran itu digolongkan sebagai informasi yang bersifat umum dan tidak mendidik. FGII juga menyayangkan, bahwa materi yang tidak edukatif itu menyinggung umat Islam.
“Kenapa bisa lolos dari tim penilai?” ujarnya.
Iwan mendesak pemerintah untuk menginstruksikan kedua halaman buku itu disobek atau digunting saja. Bukan bukunya yang ditarik. Karena materi lainnya cukup bagus. demikian kata Iwan yang juga guru SMAN 9 Bandung itu. Bagaimana menurut Anda ?
Loading...

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*