10 Bahan-bahan Menjijikkan Dalam Kosmetik

10 Bahan-bahan Menjijikkan Dalam Kosmetik – Kerapkali, kosmetik selalu menjadi pilihan praktis, agar dapat tampil cantik dan menarik. Namun, tidak banyak yang bisa diketahui masyarakat umum atau orang awam seperti kita, saat membaca bahan yang tertulis dalam label produk kosmetik. apakah Anda tahu, bahwa ada beberapa bahan yang dianggap menjijikkan namun sudah menjadi bagian perawatan kecantikan harian antara lain pada krim pelembab, lipstik, bedak hingga produk perawatan rambut ? Anda ingin tahu bahan apa saja ? Berikut Oddee memberi bocoran 10 Bahan-bahan menjijikkan dalam kosmetik.
1. Parfum mahal berisi kotoran dan muntah Paus

Bahan dari paus yang dimaksud, bisa berupa kotoran sisa metabolisme, ataupun muntahnya. Ambergris atau lilin kuning, merupakan zat padat yang dihasilkan  usus ikan paus Sperm untuk melindungi mereka dari benda tajam, yang kadang kadang ikut tertelan. Ambergris sering disebut emas laut dengan harga bisa mencapai US$ 10 ribu untuk satu pon. Bau unik ambergris sering digunakan dalam parfum mahal, dan kadang diolah menjadi hidangan lezat.

2. Lipstik berisi serbuk kumbang parasit

Serangga Cochineal pemakan tanaman kaktus merah di Amerika Tengah dan Selatan. Dari situlah warna merah yang kuat dihasilkan. Kumbang ini telah digunakan selama berabad abad dalam lipstik, pewarna es krim, yogurt dan pemulas mata. Bahkan, Starbucks mengaku, menggunakan pewarna cochineal di beberapa minuman mereka.

3. Sisik ikan di maskara dan kuteks

Anggapan bahwa maskara mengandung guano kelelawar ternyata keliru. Ternyata, kosmetik satu ini mengandung sisik ikan. Sisik ikan juga ditemukan dalam produk-produk mandi, produk pembersih, wewangian, kondisioner rambut, lipstik dan produk perawatan kulit.

4. Bangkai hewan di lipstik, pemulas pipi dan sabun

Tallow adalah bahan yang umum dalam banyak produk, termasuk riasan mata, lipstik, pelembab dan alas bedak, shampo, sabun cukur, dan produk perawatan kulit. Nah, tallow ini berasal dari lemak hewan dari pemotongan hewan, peternakan dan bahkan dari hewan liar yang mati.

5. Sperma banteng untuk produk rambut

Kandungan protein yang tinggi, menjadikan sperma banteng menjadi bahan populer dalam produk rambut, terutama untuk rambut kering atau rusak. Campuran sperma banteng dengan tanaman Katera salah satu perawatan di salon megah, yang kerap disebut “Viagra rambut”.

6. Dinamit dalam deodoran dan exfoliator

Diatomaceous earth (DE) atau juga disebut bubuk putih, merupakan zat abratif yang digunakan sebagai pengikis kulit mati dalam exfoliators ringan. Bahan ini juga ada dalam pasta gigi alami, dan deodoran.

7. Siput di pelembab

Cairan siput adalah salah satu bahan utama dalam pelembab terkenal. Asam glikolat dan elastin pada sekresi siput, melindungi kulit dari luka, bakteri, dan sinar UV. Cairan ini juga sumber protein untuk menghilangkan sel-sel mati dan meregenerasi kulit dari bekas luka dan jerawat.

8. Hati hiu di lipbalm dan sunscreen

Squalane adalah minyak yang dihasilkan secara alami oleh semua tumbuhan dan hewan termasuk manusia. Sumber squalane yang diekstraksi dari hati ikan hiu menjadi minyak, seringkali ditemukan dalam lipbalm, tabir surya, dan pelembab.

9. Kulit bayi dalam Moisturizer

SkinMedica mengklaim menggunakan sel-sel yang berasal dari kulit bayi manusia (NouriCel-MD) dalam produk anti penuaan revolusioner buatannya. Produk ini merupakan kombinasi dari kolagen larut, antioksidan, faktor penumbuh alami, dan protein. Bahan diklaim memperlambat proses penuaan dini dan mendorong pertumbuhan kulit baru.

10. Lilin Wol Domba dalam krim cukur

Anda pernah mendengar Lanolin? Anda mungkin sering mengoleskannya pada tubuh dalam bentuk lotion atau krim cukur. Ternyata, lanolin dikumpulkan dari bulu domba dan digunakan dalam suplemen vitamin sebagai agen pengilap tablet suplemen. Lanolin umumnya digunakan untuk meredakan sakit pada puting ibu menyusui sekaligus efektif membuat sarung tangan bisbol lebih kenyal. Perusahan kosmetik Olay menggunakan Lanolin dalam produk mereka. sumber

8 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*